top of page

CINITY NEWS

CINITY NEWS

Industri Properti Diramal Gacor Sepanjang 2023, Begini Analisanya


potensi industri properti
source: canva.com

Industri properti merupakan salah satu industri yang kian disorot perkembangannya. Meningkatnya harga properti dari tahun ke tahun menunjukkan adanya peluang bisnis yang besar.


Properti memang dianggap sebagai salah satu aset yang bisa berfungsi melindungi dan menambah nilai aset kekayaan yang kita miliki.


Walaupun pada dasarnya, properti memiliki fungsi sebagai tempat tinggal namun saat ini properti banyak dipilih sebagai alternatif untuk berinvestasi.


Mengapa tidak? apabila kita mengulas harga properti pada 5 tahun lalu, nilai yang diberikan sudah sangat jauh berbeda dibandingkan dengan sekarang.


Ini menunjukkan bahwa tiap tahunnya adanya pertumbuhan dan perkembangan yang signifikan.


Industri Properti Sempat Menyusut di Era Pandemi

Tidak menutup kemungkinan di era pandemi COVID-19 kemarin, industri properti sempat ikut menyusut namun hal ini juga terjadi kepada beberapa sektor lainnya seperti perdagangan, industri, jasa, dan pariwisata.


Seperti yang kita tahu pada tahun 2020, dampak dari COVID-19 membuat kondisi ekonomi nasional melemah.


Sejumlah perusahaan turut membuat berbagai kebijakan untuk mempertahankan bisnisnya.


Mulai dari tak melakukan produksi, menutup sementara usahanya, pemutusan hubungan kerja, dan lain-lain yang akhirnya membuat finansial dan daya beli masyarakat memburuk.


Sehingga banyak investor yang juga menjual aset propertinya karena mereka butuh aset yang lebih likuid.


Properti Bangkit Pasca Pandemi dan Semakin Berkembang

Namun, investasi properti dianggap paling aman untuk dilakukan di masa-masa sulit seperti era pandemi kemarin.


Hal tersebut disebabkan dari segi harga yang akan terus naik, termasuk harga tanah di masa yang akan datang.


Hal ini diperkuat oleh pernyataan dari Ming Liang seorang Senior Property Advisor yang kini juga menjabat sebagai CEO CINITY, yang menjelaskan pasaran kenaikan harga lahan di Timur Jakarta “Kota Cikarang semakin prospektif selaras dengan kenaikan harga lahan tanah yang semakin meroket.


Saat ini, median harga properti di Koridor Timur Jakarta saja bisa mencapai hingga Rp 11 juta per meter persegi hingga Rp 15 juta dibandingkan dengan pertumbuhan sektor properti pada 5 tahun terakhir yang masih berkisar diangka Rp 2 juta – Rp 3 juta per meter persegi.“ pungkas nya.


Akan tetapi, lanjutnya lagi, dalam jangka panjang sektor properti tetap paling prospektif dan menjanjikan di masa yang akan datang.


Bisa saja saat pandemi surut, namun harga properti akan kembali naik.


Berdasarkan Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan perekonomian Indonesia Q1-2023 tumbuh positif 5,03% (yoy).


Ini meningkat dibandingkan dengan pertumbuhan pada triwulan sebelumnya sebesar 5,01% (yoy).


Adanya peningkatan daya beli serta penurunan inflasi mendorong pertumbuhan perekonomian kian membaik.


Alasan Mengapa Banyak Investor Memilih Berinvestasi Properti

Ada banyak alasan para investor melakukan investasi properti diantaranya; tingkat risiko yang relatif aman jika dibandingkan instrumen yang lain (tidak fluktuatif), memiliki nilai investasi jangka panjang dimana nilainya akan terus meningkat, dan potensi keuntungan ganda dari pendapatan pasif seperti (menyewakan) & sembari tetap memiliki asset.


Produk investasi yang saat ini sedang menjadi buah bibir para investor ialah Cikarang International City (CINITY), sebuah megaproyek yang dikembangkan oleh PT. Sri Pertiwi Sejati (SPS Group) dengan total area pengembangan mencapai 500 hektar di zona hunian dan komersil kota Cikarang.


Melalui 'The First 500 hectares Smart City in Cikarang' CINITY hadir sebagai kawasan yang bersinergi bersama unsur alam, CINITY mengembangkan 50 hektar fase awal yang terdiri atas area hunian dan komersial.


Pada area komersial CINITY mengusung konsep sebagai The Biggest Shopping Tourism, Culinary, and Entertainment City.


Saat ini sedang gencar memasarkan produk ruko 3 lantai dengan konsep FnB terlengkap bernama Urban Hub, Terletak di pinggir ROW boulevard utama 43 meter dengan parkir langsung.


Dilengkapi dengan area duduk 7 meter, signage yang besar, dan akses individu per lantai.


Adanya pangsa pasar sebesar 1,5 juta jiwa yang di dalam terdapat 88% populasi produktif membuat kehadiran Urban Hub di CINITY menjadi incaran para pemburu properti di Jabodetabek hingga mancanegara.


Informasi masih lebih lanjut dapat mengunjungi www.cinity.id.


Anda juga dapat mengunjungi langsung Marketing Gallery CINITY di Jalan Boulevard Cinity Kav. 18, Karang Raharja, Cikarang Utara atau menghubungi Whatsapp Property Consultant melalui https://bit.ly/CinityContact




Written by: Kharisma Darafika



Comments


bottom of page